Explore Zona Dewasa

Cerita Anal Sex - The Blue Broadcasting 2

 Tradingan.com - Hari pertama kujalani begitu ‘panas’, karena melihat secara langsung aktivitas seks para gay dari balik lensa. Mereka beradu dengan erotisnya di atas ranjang di ruang utama, lalu babak ke 2 di kamar mandi, lalu malamnya di depan perapian. Setiap selesai bermain, mereka pasti saling memimikkan penis mereka, saling berebut cairan putih kental yang pasti mereka telan sampai habis tak bersisa. Wah-wah-wah.. aku bingung dengan jati diriku ini, melihat situasi seperti ini kenapa aku juga punya hasrat untuk melakukannya dengan sesama jenis. Pak Canetti selain menjadi produser, beliau juga bertindak sebagai Sutradara. Tapi ia tidak terlihat horny dengan menyaksikan hal yang sudah pasti disukainya di depan mata.


Hari kedua juga berjalan serupa, makin panas dan menggairahkan. Kali ini di tempat terbuka, di taman, lalu di dekat telaga buatan, dan terakhir di dalam garasi. Aku yang menyaksikan setiap detik framenya sudah tidak tahan lagi dengan nafsu seks yang meluap-luap, tapi aku bingung, apa aku harus meminta pada mereka atau sebaiknya cari jalan lain, onani misalnya. Malamnya, saya sudah tidak sanggup menahannya lagi, aku memeloroti celanaku, lalu duduk di atas ranjang, meludahi penisku dan mengocoknya. Saat itu aku tidak sadar, karena sedang asik-asiknya menikmati kocokanku sendiri sehingga tidak mengetahui kalau seseorang masuk ke kamarku. Aku juga tidak melihat siapa yang masuk karena kebetulan aku lagi merem. Tiba-tiba orang itu mengulum kepala penisku, dijilatnya, diisapnya dan dikenyotnya sampai basah semua batang kontolku. Ternyata orang itu adalah Pak Canetti.

Tanpa basa-basi sedikitpun, dia segera menelanjangiku, membuka kancing kemejaku satu per satu, menarik celana panjangku yang sedah merosot selutut. Kini aku hanya mengenakan singlet saja, lalu tanpa pikir panjang, segera kubuka baju Pak Canetti, dan ia akhirnya tidak tertutupi sesenti benang sekalipun. Badannya dipenuhi bulu halus, sedangkan bulu di selangkangnya lebatnya bukan main. Dia menari-nari kecil di depanku, meletakkan kedua tangannya di atas pundakku dan akhirnya mulai menciumiku sepenuh hati. Aku layani ciumannya dengan membalas juga dengan ganasnya. Pak Canetti bernafas berat, dia mengerang lembut di dalam pendengaranku, kemudian ia mulai menjilati seluruh permukaan wajahku, turun ke dadaku dan melahap ketiakku. Setelah puas dengan bagian kiri dan kanan ketiakku, dia turun menyusuri otot-otot perutku dan mulai mencium kontolku yang menegang dan mulai memerah.




Aku cuma bisa mengerang menahan rasa nikmat yang menjalar sampai ke seluruh permukaan kulitku. Segera Pak Canetti memasukkan kontolku ke dalam mulutnya. Begitu bernafsunya Pak Canetti sehingga dia seperti sedang mabuk saat mengisap kontolku. Tak lama kemudian aku tersadar, bahwa ini sudah diluar kewajaran. Segera kuhentikan tindakan Pak Canetti padaku. Lanjut baca!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Anal Sex - The Blue Broadcasting 2"

Posting Komentar