Aopok.com - Dalam perjalanan dengan kereta api Turangga yang membawaku dari Surabaya menuju ke Bandung, dalam benakku berkecamuk dengan bermacam-macam pikiran yang belum tentu terjadi dan menjadi kenyataan, karena baru pertama kalinya aku pergi jauh seorang diri, tanpa seorang teman pun. Dan baru pertamakalinya aku akan mengunjungi rumah oomku (adik dari ibuku) setelah sekian lama aku tidak pernah berjumpa dengan beliau. Dalam masa liburan seperti saat ini apa yang harus kulakukan selain jalan-jalan untuk menyegarkan kembali pikiranku yang begitu suntuk ini.
Setelah semalam aku tersiksa dengan pikiranku sendiri, akhirnya pagi itu kereta sudah sampai di stasiun Bandung dan aku harus meneruskan perjalananku dengan angkutan umum menuju ke puncak, karena aku memang tidak memberitahu oomku kalau aku akan berlibur di rumahnya, karena aku memang tidak ingin merepotkannya sehingga tidak ada jemputan untukku, disamping itu aku ingin memberi kejutan buat oomku.
Setelah melalu perjalanan hampir dua jam karena kendaraan yang aku tumpangi sering berhenti untuk mencari penumpang, maka akhirnya aku sampai juga ke villa oomku setelah hari menjelang siang. Aku masuki halaman villa oomku dengan harap-harap cemas, bagaimana seandainya oomku tidak ada di villanya melainkan sedang mengurus bisnisnya di Jakarta, dengan langkah pasti kutapaki jalan dengan batu kali di halaman rumahnya. Kuketuk pintunya dan tak lama kudengar langkah kaki mendekati pintu rumah kayu jati itu.
“Selamat siang, Oom,” sapaku.
“Eh, kamu Adi yaa?”
“Bener, Oom.”
“Udah gede yaa kamu, ganteng lagi,” kata oomku.
“Hmm,” gumanku sambil kepalaku membesar karena dapat pujian dari oomku.
“Ayo masuk!”
“Terima kasih, Oom.”
“Kamu dateng ke sini sama siapa?”
“Sendirian aja Oom.”
“Untung saja Oom belum berangkat ke Jakarta, karena nanti siang ada meeting dengan staff-nya Oom.”
Hampir saja kekwatiranku menjadi kenyataan, apa jadinya kalau oomku sudah berangkat ke Jakarta, aku kan bisa jadi orang gelandangan di sini.
“Nggak apa-apa khan kamu sendirian di sini?” kata oomku lagi.
“Biar nanti kamu ditemani si Ujang, pembantu sekalian merangkap tukang kebun yang mengurus villa ini, akan oom panggil dulu yaa si Ujang,” jelas oomku.
“Baiklah, Oom, tapi Adi nggak merepotkan Oom khan?” jawabku.
“Oh, tidak, santai saja, anggap villa ini seperti rumah kamu sendiri, kalau kamu perlu sesuatu tinggal suruh si Ujang untuk membantu kamu, oke?”
“Bentar yaa!”
“Jaang, Ujaang..” teriak oomku.
Tak lama kemudian datang seorang pemuda dengan postur tubuh kekar, padat berisi dengan kulit hitam seperti binaragawan yang terbentuk oleh alam dan wajahnya ganteng juga, taksirku dalam hati.
“Jang, ini Adi keponakan saya yang baru saja datang dari Surabaya, karena saya akan ke Jakarta selama beberapa hari, maka kamu temani Adi dan kamu bantu untuk memenuhi semua keperluan Adi yaa!” jelas oomku kepadanya.
“Baik, Gan,” jawab Ujang.
“Oke, Adi oom berangkat dulu yaa dan semoga kamu kerasan di sini yaa.”
“Baik Oom, selamat jalan dan hati-hati di jalan yaa!”
Lalu kamu bertiga keluar ke halaman untuk mengantar oomku menuju ke mobilnya yang sudah disiapkan di depan pintu. Ketika mobil mulai bergerak menuju ke arah jalan raya, kulambaikan tanganku untuk oomku dan oomku juga membalasnya dari dalam mobilnya, setelah mobil belok ke arah jalan menuju ke Jakarta hingga tidak tampak lagi dari pandangan mataku, maka aku segera masuk kembali ke ruang tamu diiringi oleh Ujang yang juga berjalan di belakangku. Setelah aku duduk di sofa panjang, Ujang berjalan menghampiriku dengan perasaan tidak menentu, aku berusaha untuk menahannya untuk tidak mulainya secepat itu. Sehingga kudengar suara Ujang yang mengejutkan aku.
0 Response to "Heboh! Ngentot Anal dan Tetek Montok Siska 1"
Posting Komentar